Haul Pengasuh diisi dengan Istigasah, Salah Satu Cucu Beliau Ikut Mendoakan
7092 View

Lubangsa_Kamis pagi (19/12) Seluruh santri PP. Annuqayah daerah Lubangsa berziarah ke maqbaroh KH. Abd. Warits Ilyas dengan teratur seusai berjamaah subuh. Pagi itu, sepanjang jalan dari masjid menuju ke selatan sampai ke maqbaroh dipenuhi oleh santri Lubangsa. Asta (makam, red) KH. Abd. Warits Ilyas dikelilingi para santri yang berangkat lebih awal sedangkan yang lainnya berada di sepanjang jalan menuju asta.
Peringatan Haul KH. Abd. Warits Ilyas yang dikemas dengan ziarah kubur ini pertama kali diadakan oleh pengurus pesantren. “ziarah kubur ini dalam rangka haul K. Abd. Warits Ilyas ini baru pertama kalinya diadakan,” ungkap Moh. Luqmanul Hakim, selaku pengurus harian pesantren saat memberikan pemberitahuan kepada seluruh santri setelah berjamaah isya’ kemarin malam (18/12).
Sedangkan, yang memimpin istigasah adalah K. Qusyairi. Selain itu, beliau juga memberikan motivasi kepada para santri dengan mengingat kembali perjuangan santri dulu pada tahun 1982. Pada masa itu, semua santri menyumbangkan tenaganya untuk membantu pembangunan pondok pesantren.
“ketika saya baru mondok ke sini pada tahun 1982, semua santri ketika pagi hari seperti ini, meyumbangkan tenaganya untuk mengambil batu karang yang ada di Brakas, kira-kira 2 kilo dari pondok, sesampainya di sana kami berebutan memilih batu yang besar untuk diusung diatas kepala kami, karena dipercaya oleh santri masa itu semakin besar batu karang yang diusung maka barokahnya pun akan semakin besar,” ungkap beliau kepada para santri, sebelum pembacaan yasin dan tahlil dimulai.
Beliau juga memaparkan bahwa betapa sangat sayangnya KH. Abd. Warits Ilyas kepada para santrinya. “dulu kebiasaan KH. Abd. Warits Ilyas setelah hadiran subuh adalah berkeliling di pondok para santri untuk membangunkan para santri yang masih tidur untuk shalat karena ibadah shalat inilah yang paling ditekankan oleh KH. Abd. Warits Ilyas kepada para santri,” lanjut beliau, santri Annuqayah Lubangsa tahun 1982-1991.
Respon para santri ketika K. Qusyairi mengkisahkan sepintas sosok KH. Abd. Warits Ilyas dan para santrinya begitu luar biasa. Ada yang sampai mengucurkan air matanya.
Setelah itu, K. Qusyairi melanjutkan dengan pembacaan yasin dan tahlil dan mengungkapkan rasa cangkolang kepada Ra Labib, salah satu cucu KH. Abd. Warits Ilyas yang berada tepat di samping kirinya. Pembacaan dimulai dengan tawassul kepada para masyaikh Annuqayah. Dilanjut dengan pembacaan yasin dan tahlil. Seusai pembacaan yasin dan tahlil para santri berdiri membentuk jalan untuk K. Qusyairi sambil bersalaman kepada beliau.
Penulis : Imam Tabroni Editor : Abd. Warits