Realisasi Fingger Print Lubangsa Berjalan Mulus
4491 View
Perencanaan akan diadakannya fingger print di Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa, akhirnya terealisasi dengan baik. Ali Hisyam, Ketua Pengurus PP. Annuqayah daerah Lubangsa menyampaikan pengaktifan Finggier print di Lubangsa di dasarkan instruksi langsung dari pengasuh PP. Annuqayah daerah Lubangsa pada Minggu (14/11) lalu.
Realisasi fingger print pada hari Selasa (15/11) berjalan sesuai harapan. Ketua Pengurus memaparkan tujuan diadakanya alat perekam demi mewujudakan ketertiban santri Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa, terlebih saat hadiran salat Asar, Maghrib, Isya’ dan Subuh.
Hal ini selaras dengan Affan Quraisyi, Anggota Pengurus Seksi Peribadatan dan Kepesantrenan (PK) yang menjelaskan bahwa fingger print ini telah memakan waktu yang cukup lama, mulai dari proses imput data, juga yang lainnya. “Lama memang, apalagi kami masih belum tahu mengoprasikan alat ini. jadinya kami masih sambil lalu belajar untuk menggunakannya,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya sudah mengatur penugasan penjaga fingger print yang berada di tiga pintu Masjid Jami’ Annuqayah bagain depan (pintu utama), pintu samping kanan dan kiri di bagin timur. Menurutnya, semua jajaran kepengurusan akan mendapat tugas untuk untuk menjaga alat sidik jari tersebut, kecuali keamanan. “Karena keamanan masih memiliki jadwal piket untuk yang lain” begitulah ujarnya saat ditanya di kantor pesantrren oleh wartawan KL.
Jebih lanjut, pengurus yang sudah nyantri empat tahun di PP. Annqayah daerah Lubangsa itu menyampaikan beberapa ketentuan fingger print ini. Diantaranya, pemetakan lokasi sidik jari disesuaikan dengan block masing-masing, blonk A dan B di bagian selatan, Blok C dan D di pintu utama, dan E dan F dibagian selatan.
Sementara, denda bagi santri yang datang terlambat, untuk sementara waktu dendanya akan disamakan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tetapi, dengan munculnya pencatatan melalui media elektronik, sangsi-sangsinya suatu saat akan berubah. “Tetapi hal itu masih belum kami rapatkan lebih lanjut, namun mungkin prosesdurnya akan sama dengan warning seperti tahun kemarin (sebelumnya, Red.),” pungkas Affan Quraisyi.
Abd. Aziz, santri asal Kecataman Batang-batang cukup apresiatif diberlakukannya fingger print tersebut. “Sebagian santri yang kadang datang terlambat hadiran, sekarang sudah tidak ada lagi,”paparnya.
Penulis : Murtafiq
Editor : Misbahul Munir