Pengasuh Tekankan Pada Santri, Mengelola Sampah Adalah Tanggung Jawab Bersama
7623 View
Lubangsa_Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa memberi tausiyah kepada santri tentang masalah lingkungan, terutama soal sampah, malam ini sesudah Salat Isya berjamaah (05/12). Tausiyah di Masjid Jami Annuqayah itu berlangsung kurang lebih 08 menit, yang bertujuan agar pengelolahan sampah di Lubangsa bisa berjalan secara baik.
KH. Mohammad Shalahuddin menuturkan bahwa masalah sampah sangat penting untuk segera disikapi oleh santri. Pasalnya selama satu hari, Annuqayah mampu menghasilkan 2 ton sampah, “hal pertama yang saya ingin minta adalah komitmennya malam ini dan ini menentukan nasib anda nanti. Bahwa kami memiliki komitmen di Lubangsa dengan tegas masalah lingkungan,” tuturnya.
Beliau juga menjelaskan persoalan kebersihan dan ketertiban itu harusnya menjadi tanggung jawab bersama. Hal ini dikarenakan—lanjut beliau—santri tidak akan bisa melaksanakan secara personal, “yang pertama sampah itu adalah tanggung jawab bersama. Tidak ada tanggung jawab pengurus. Karena mengapa? Karena sampah adalah anda. Sampah itu adalah kita semua,” lanjutnya.
Dalam pengelolahan sampah nanti akan dilakukan secara bertahap. Terutama mengurangi sampah saat kunjungan berlangsung. Beliau menekankan tahapan itu tidak hanya berupa tulisan. Tetapi seluruh santri lebih terbiasa tidak membuang sampah sembarangan lagi dan mengurangi sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), “kita harus bisa mengatur diri sendiri, berarti kita harus bisa juga mengatur apa yang keluar dan diproduksi oleh diri kita sendri. Sama dengan kita bisa mengatur sandal dan songkok, sampah kita juga bisa diatur,” terangnya.
Oleh sebab itu, pengasuh sangat mewanti-wanti pada santri untuk waspada pada sampah yang dipilah dan dipilih. Setiap sampah yang dibuang itu perlu dilakukan pemilahan agar lebih rapi. Selain hal itu sebagai tahapan awal, pemilahan di sini—lanjut beliau—untuk menunjukkan karakter dan akhlak santri, “Saya harap ada kemajuan dalam beberapa hari ini, sehingga bisa dengan mudah memutuskan; anda bisa nonton Piala Dunia atau tidak,” pungkasnya.
Penulis | : Ikrom Firdaus |
Editor | : Moh. Tsabit Husain |