Rapat Perdana Pembentukan Panitia Temu Wali Santri
7443 View
Lubangsa_Kegiatan Temu Wali Santri sudah menjadi kegiatan rutin yang diagendakan oleh pondok pesantren Lubangsa setiap tahunnya. Menurut Humas selaku pengurus yang membidangi dan banyak berhubungan dengan masyarakat menilai perlunya dibentuk kepanitiaan Temu Wali Santri (TWS) untuk masa bakti 2017-2019 M.
Kemarin (16/08) pengurus Hubungan Masyarakat (Humas) mengundang beberapa pengurus dengan agenda pemilihan ketua panitia TWS, setelah melalui rapat pemilihan secara tertutup terpilihlah Ustadz Jamalul Muttaqin sebagai Ketua Panitia (Ketupat), dan Ustad Ainul sebagai Ketua Sterring Comete (SC), selaku ketua pengurus, Masyhuri Drajat menilai bahwa Kepanitian TWS sengaja diambil dari orang yang terlibat langsung saat kegiatan TWS tahun kemarin, meski menurutnya, Jamal tidak pernah menjadi Ketupat WTS, “meski tak pernah jadi pantia kan yang terpenting tau alurnya. Di sini hanya ada dua orang yang pernah jadi ketua Organizing Comete, tahun kemarin,” ungkap Masyhuri di sela-sela pemilihan berlangsung.
Sutikno sebagai Kasi Humas menilai bahwa kegiatan TWS untuk kali ini mendesak dan membutuhkan orang-orang yang tidak terlalu sibuk dengan berbagai aktivitas. Setelah pembentukan panitia OC selesai, Sutikno memasrahkan pimpinan rapat kepada Ketupat terpilih. Dalam sambutannya, Jamal calon sarjana Ushuluddin jurusan Akhlaq Tasawuf itu menghimbau kepada seluruh panitia agar bisa lebih serius lagi menyelenggarakan TWS, “saya harap kegiatan ini tidak seperti yang terjadi tahun kemarin, sebisa mungkin SC bisa mengonsep dengan matang akan planning kegiatannya nanti, terutama di forum,” tandasnya dengan optimis.
Sebelum kegiatan ditutup Jamal selaku pimpinan rapat ke dua, meminta kepada peserta rapat untuk menetapkan tanggal kegiatan sementara, “sebelum beranjak, mari kita sepakati tanggal pelaksaannya, ya tentu dengan pertimbangan-pertimbagan secara rasional, kenapa harus memilih tanggal tersebut,” ucapnya kepada peserta rapat. Atas usulan Mashuri dan Humas, saat melakukan rapat internal antara Humas dan Harian, akhirnya disepakati tanggal pelaksanaan sementara adalah 10 September 2017, bertepatan pada tanggal 19 Dzulhijjah 1438 H., “kemungkinannya tangal 19 Dzulhijjah ini masih tak ada jamaah haji yang datang untuk kawasan Sumenep, ” kata Sutikno.
Kata Jamal, jika tanggal kegiatan tersebut disepakati tentu maksimalisasi untuk persiapan kegiatan TWS akan semakin matang, “selain itu, wali santri tidak mungkin didesak oleh anaknya untuk telat balik ke pondok, bahkan jalanan lebih tertib,” katanya sebelum menutup rapat perdana tentang TWS.
Penulis: Abd. Aziz Syah
Editor: M.Fathur Rozi